Beasiswa Untuk Para Siswa Calon Pengusaha

sekolah umar usman

Alhamdulillah setelah 2 tahun berdiri, kampus UMAR USMAN dapat menghasilkan pengusaha-pengusaha muda tahan tempa. Sebut saja Bos Afik (Ubi Ibu Cilembu), Bos Diana (Penerbit Kunci), Bos Eva (Efashion), Bos Meggy (Huda Farm), Bos Aw (Packreative), Bos Luthfi (Bakmi Toki) dan masih banyak bos lainnya.

Dengan tagline “Kuliah Setahun Jadi Pengusaha” ini, kampus yang didirikan DOMPET DHUAFA dan IPPHO SANTOSA siap memanggil putra-putri terbaik bangsa untuk mendapatkan BEASISWA UMAR USMAN 2015 senilai hampir SETENGAH MILIAR, berupa biaya pendidikan entrepreneurship 1 tahun, SETARA DIPLOMA 1 (berijazah).

Beasiswa ini sudah termasuk coaching dengan mentor ternama Jaya YEA, Mas Mono, Dewa Eka Prayoga, Agus Piranhamas, Aryo Diponegoro, dll. Ada juga TNI Military Camp, Bandung Challenge, Campreneur Kep. Seribu, Hikingpreneur Bromo, English Camp Pare-Kediri, dan kesempatan studi banding ke SINGAPURA. Kuliah 70% praktek (hard selling competition, marketing competition, project competition, dll). Reward berupa HARD CASH jutaan rupiah, GALA DINNER dengan Ippho Santosa, wisata JUNGLE LAND dan punishment dengan Mosque Service/Kindness Campaign.

Ayo tolong bantu infokan ke sahabat/saudara/teman dengan syarat :
1. Pendidikan min. SMA
2. Minat serius pengusaha
3. Disetujui orang tua
4. Hafal Arrahman&Alwaqiah
5. Lulus Test UMAR USMAN

Info lengkap  di www.SekolahUmarUsman.com atau hub Miss Prap 0858.8853.8899

Dauroh 60 Hari Hafal Al-Quran

daftar dauroh qolbiyah hafal qur'an

dauroh 60 hari

Tujuan Umum

Membentuk pribadi muslim yang menguasai Al Qur’an serta memiliki aqidah bersih, ibadah yang benar, dan berakhlak mulia.

Tujuan Khusus

  1. Mampu menyelesaikan hafalan selambat-lambatnya dalam waktu 60 hari.
  2. Memiliki pemahaman Islam dasar sesuai dengan Al Qur’an sehingga tidak hanya manfaat untuk diri sendiri namun juga diharapkan dapat bermanfaat bagi keluarga, dan lingkungannya.

Materi Utama

  1. Tahfidz Al Qur’an
  2. Kandungan Al Qur’an
  3. Motivasi Al Qur’an
  4. Ma’rifatullah (mengenal Allah dengan Al Qur’an)

Materi Pembiasaan

  1. Sholat Fardhu berjamaah awal waktu
  2. Sholat Tahajud
  3. Sholat Dhuha
  4. Tilawah Al-Quran
  5. Dzikir pagi dan petang
  6. Shaum Sunnah
  7. Sedekah

Materi Pendukung

  1. Aktifitas di alam terbuka
  2. Kebersamaan & Olahraga
  3. Semua kegiatan keseharian dibimbing oleh Muhafidz/ah (Guru Penerima Setoran Hafalan)

Fasilitas Pesantren

  1. Asrama ikhwan dan akhwat terpisah
  2. Ruang belajar yang kondusif
  3. Pemateri yang kompeten dibidangnya

Persyaratan Santri:

  1. Usia minimal 15 tahun sampai 30 tahun
  2. Niat Menghafal Qur’an yang kuat
  3. Tidak memiliki aktifitas diluar Pesantren dalam bentuk apapun
  4. Bersedia tinggal di asrama selama periode program berlangsung
  5. Tidak merokok
  6. Mengisi formulir Pendaftaran
  7. Lulus seleksi

Persyaratan Administrasi:

  • Surat Ketarangan Sehat dari dokter
  • Fotokopi Kartu Keluarga, KTP / SIM / Paspor
  • Pas foto berwarna ukuran 2×3 (2 buah)
  • Materai 6000 1 lembar

Materi Seleksi :

  • Test Bacaan Al Qur’an
  • Test Kemampuan Menghafal Al Qur’an
  • Test Pemahaman Agama Islam

Jadwal Pendaftaran:
20 Maret – 10 April 2015

Jadwal Seleksi:
19 April 2015

Pengumuman Hasil Seleksi :
Akan di informasikan selanjutnya

Mulai Belajar:
Akhir Mei 2015

Perlengkapan yang harus disiapkan:

  1. Baju taqwa/koko putih, peci putih, celana katun warna gelap maksimal 8 stel (tidak diperkenankan membawa pakaian berbahan jeans)
  2. Pakaian olahraga
  3. Al-Quran terjemah
  4. Perlengkapan sholat
  5. Buku dan alat tulis
  6. Alas kaki (sepatu, sandal, dan kaos kaki)
  7. Obat-obatan pribadi
  8. Perlengkapan mandi
  9. Meja Lipat

Perlengkapan tambahan khusus akhwat:

  • Baju gamis warna biru dongker/gelap, kerudung lebar & tebal berwarna putih minimal 2 stel
  • Baju gamis bebas maksimal 7 stel (tidak berbahan kaos/transparan/jeans/tipis/ketat)
  • Pakaian olahraga (rok hitam/gelap dan kerudung blus/bergo warna gelap menutup dada)
  • Manset tangan

Investasi

Infaq Pendaftaran: Rp. 100.000,-
Infaq Rp 5.000.000,- sudah termasuk makan halal dan sehat 3x sehari, laundry selama kegiatan, rihlah tadabur alam. (setelah lolos seleksi)

Fasilitas: asrama, buku setoran, sertifikat

Investasi dapat ditransfer ke rekening
Bank Mandiri 1320015483473 an Yayasan Kampoeng Quran Cendekia

Pesantren Kampoeng Quran
Jl. Cihanjuang-Cibaligo RT 01 RW 02 Cihanjuang, Bandung, Jawa Barat
Phone Office. 022-61727351
KampoengQuran.or.id

daftar dauroh qolbiyah hafal qur'an

Tiga Nikmat Utama Dalam Hidup

117066B

Sungguh kita berada dalam nikmat yang besar dan tak putus-putusnya. Kalau sekarang kita merasa menderita dan sengsara di tengah lautan nikmat yang banyak ini, mungkin karena terlalu tinggi angan-angan sehingga tidak sempat nikmat yang datang, atau karena kita tidak pernah puas dengan karunia.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan At-Thabarani, bahwa Rasulullah Saw..pernah bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ , فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barang siapa yang berpagi-pagi; kehidupannya aman, badannya sehat walafiat, , ada makanan untuk hari itu, maka sungguh telah diberikan padanya kehidupan dunia” (HR. At-Tirmidzi).

Bahagia itu sederhana, asal kita mau bersyukur atas setiap nikmat. Syukur memberi kita ruang untuk menikmati setiap karunia ini tanpa harus menunggu masa depan. Kita tidak lagi tergantung dengan hasil akhir, sebab kita bisa menikmati saat ini dengan penuh bahagia. Kalau pun hasil akhir datang sesuai harapan, maka bertambah pula kebahagiaan itu. Ucapan alhamdulilah menebar kebahagiaan dalam jiwa.

Terlalu tinggi kita berangan-angan, padahal saat ini kita sedang menikmati inti kehidupan dunia; kesehatan, keamanan dan ketersediaan makanan. Inilah pokok kenikmatan kita di dunia. Tiga unsur inilah yang menjadi inti kebahagiaan, bukan pada uang dan harta benda yang banyak.

Kekayaan menjadi terasa berarti apabila dibarengi oleh ketiga hal ini. Tanpa itu yang ada hanyalah kesusahan. Sebab kesehatan, keamanan, dan ketersediaan makanan langsung berhubungan dengan kita, sementara uang dan harta itu lebih banyak berhubungan dengan orang lain.

***

Hidup yang damai, di tengah-tengah keluarga yang harmonis, dalam lingkungan yang saling memperhatikan satu sama lain adalah kenikmatan tiada tara.
Di sini bisa makan dengan enak, tidur dengan nyenyak. Pergi bekerja dengan senang, pulang kerja dengan hati yang riang. Di kantor banyak rekan-rekan kerja yang penuh semangat, di sekolah bertemu dengan teman-teman yang rajin, saling membantu dan bertukar informasi, wajah penuh senyuman itu begitu ramah ketika menyapa. Kita pun bisa kemana saja dengan sesuka hati tanpa ada teror pembunuhan, rudal, senjata, dan lain sebagainya. Dalam kondisi seperti itu sungguh kita berada dalam kenikmatan.
Tapi tidak demikian di tempat-tempat yang lain. Kita mungkin pernah mendengar di banyak tempat terjadi banyak kekacauan, perampokan, pencurian, penodongan, atau pengrusakan akibat tawuran dan perkelahian. Anda sendiri mungkin pernah mengalami. Betapa tidak enaknya hikdup dalam ketakutan seperti itu.
Betapa sengsara kondisi negara-negara lain yang tidak mengalami keamanan selama bertahun-tahun lamanya. Terutama kondisi negara-negara muslim yang didera konflik dalam negeri, seperti Suriah, Irak, Darfur, Libya, dan terutama Palestina. Mereka merasakan duka nestapa yang berpanjangan. Perasaan takut selalu menyelinap. Alam semesta turut berduka dengan apa yang menimpa saudara-saudara kita di sana.

***

Akibat konflik itu, kadang berpengaruh kepada kekurangan bahan makanan. Kita sering menyaksikan betapa penyakit busung lapar mewabah dengan luas di Afrika. Baik karena ketiadaan makan dan obat-obatan, atau karena makanan yang sudah tercampur racun atau unsur kimia yang tidak baik bagi kesehatan. Kedinginan tanpa selimut, kedinginan tanpa tempat bernaung.

Air minum pun tidak ada. Kalau pun ada, ia bersumber dari tempat yang kotor. Bahkan ada yang mengatakan bahwa air yang ada di kamar mandi di rumah kita, jauh lebih bersih dari air yang dijadikan sumber minum banyak orang yang ada di Afrika sana.

Ada pula yang kekurangan makanan karena tidak mampu membeli. Hidup dengan serba kekurangan. Tidak punya uang walau hanya untuk membeli sesuap nasi yang membuatnya bertahan untuk hidup.

Sementara kita saat ini masih ada makanan yang bisa kita nikmati. Bentuknya beraneka macam, dengan berbagai warna dan rasa. Mulai dari makanan yang ringan sampai makanan berat. Semua ini menggerakkan kita untuk bersyukur, berterima kasih kepada Allah atas segala nikmat yang terkira.

#Rajutan Makna Dari Buku “Dahsyatnya 7 Kalimat Thayyibah”

Keutamaan Shalat Berjamaah Dalam Fathul Bari

Ketika membahas hadits keutamaan shalat berjamaah dari Shahih Al-Bukhari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari yang mengemukakan hasil penelitian beliau terhadap hadits-hadits yang berkaitan dengan keutamaan shalat berjamaah, yaitu:

  1. Memenuhi panggilan mu`azin dengan niat shalat berjamaah
  2. Mengerjakan shalat pada awal waktu
  3. Berjalan menuju mesjid dengan tenang
  4. Memasuki mesjid sambil berdoa
  5. Dapat melaksanakan shalat tahiyyatul masjid
  6. Menunggu shalat berjamaah didirikan
  7. Doa, rahmat dan permohonan ampun dari para malaikat terhadap orang yang menunggu shalat berjamaah
  8. Kesaksian malaikat terhadap shalat berjamaah
  9. Bisa menjawab iqamah
  10. Selamat dari kejahatan setan ketika berangkat ke mesjid
  11. Berdiri menunggu takbiratul ihram atau mengikuti shalatnya dalam sikap imam yang pertama ia dapatkan
  12. Mendapatkan takbiratul ihram bersama imam
  13. Menyempurnakan shaf dan mengisi barisan yang kosong
  14. Menjawab ucapan imam “Sami’allahu liman hamidah” setelah bangkit dari ruku’
  15. Pada umumnya Bebas dari lupa (dibanding ketika shalat sendiri), dan dapat mengingatkan imam yang lupa dengan ucapan subhanallah
  16. Pada umumnya bisa mendapatkan kekhusyu’an dan bebas dari sesuatu yang mengganggu
  17. Bersikap baik
  18. Dinaungi para malaikat
  19. Dapat membaca al-quran dengan baik
  20. Menampakkan syi’ar islam
  21. Merugikan setan dengan berkumpul dan saling membantu dalam ketaatan
  22. Selama dari sifat munafik dan dari kecurigaan orang lain bahwa ia meninggalkan shalat
  23. Menjawab salam imam
  24. Mendapatkan manfaat pertemuan berupa doa, zikir dan keberkahan dari orang yang sempurna shalatnya kepada orang yang shalatnya kurang sempurna
  25. Menyimak dan mendengarkan bacaan imam (khusus shalat jahriyyah)
  26.  Membaca amin bersama imam sehingga dapat bersamaan dengan ucapan amin para malaikat.

 

 

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk selalu menegakkan shalat berjama’ah. Amin..

 

====

@kakmuma

Rajutan Makna Dari Buku Nikmatnya Shalat Khusyu

Mengejar Shalat Berjamaah

shalat3

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صِلاَةِ الْفَذِ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً .

“Dari Abdullah bin Umar RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Shalat berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian dengan perbandingan 27 derajat”.

Alangkah banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dalam shalat berjamaah di Mesjid. Ganjaran pahalanya lebih berlimpah. Manfaat sosialnya sangat banyak, ia dapat menguatkan kebersamaan dan meneguhkan jalinan kekeluargaan. Ia memberikan manfaat psikologis berupa ketenangan hati dan kepuasan yang luar biasa dan beragam manfaat lainnya. Daripada shalat sendirian, pahala shalat berjamaah dilipatgandakan menjadi 27 kali lipat..

***

Diriwayatkan bahwa Imam ‘Ubaidillah bin Umar al Qawariry adalah salah seorang di antara guru Imam Bukhari dan Muslim, pernah menceritakan tentang pengalamannya:

Aku hampir tidak pernah ketinggalan shalat berjama’ah.

Suatu hari aku kedatangan tamu yang membuatku terlambat melakukan shalat Isya berjama’ah.

Setelah itu aku pergi keluar mencari orang untuk menemaniku shalat berjama’ah di antara qabilah-qabilah Bashrah. Tapi sayangnya semua orang sudah shalat.

Aku berbisik di dalamhati, Rasulullah pernah bersabda: “Shalat berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian dengan 27 derajat”.

Akhirnya aku pulang lagi kerumah. Sesampainya di rumahaku mengerjakan shalat Isya sebanyak  27 kali.

Setelah itu aku langsung tidur…

Di dalam tidurku, aku bermimpi melihat diriku bersama serombongan orang yang lagi menunggang kuda. Aku juga menunggangi kuda.

Kami salingberpacu. Namun kuda-kuda mereka mampu memacu kudaku. Lalu aku memukul kuda tungganganku supaya ia menyusul mereka.

Tiba-tiba orang yang berada di akhir rombonganmenoleh kepadaku dan berkata: “Jangan paksakudamu! Engkau tidak akan bisa menyusul kami”

Akubertanya: Kenapa?

Diamenjawab: Karena kami shalatIsyaberjama’ah.

 

***

Marilah kita mengevaluasi diri kita masing-masing.

Berapa shalat jama’ahkah yang sudah kita tinggalkan?

Bagaimanakah kondisi kudakita? Sudah sejauh mana  kita ketinggalan dari rombangan?

Ataukah kudakita sudah sakit sakitan dan tidak bisa  lagi dibawa  berlari untuk mengantar ke tempat tujuan?

Dan na’udzubillah kalau kita tidak punya kuda sama sekali.

Rasulullahmengatakan: “Amalan yang pertama sekali dihisab nanti di akhirat adalah shalat. Barang siapa yang shalatnya beres, maka ringanlah urusan selanjutnya”.

Ibnu Khafif lagi sakit di kakinya. Saat waktu  shalat datang ia mendengar suara azan.

Ia meminta orang untuk mengangkatnya kemesjid supaya bisa shalat berjama’ah.

Orang-orang menyarankan kepadanyauntuk tidak memaksakan diri, karena Allah sudah memberi keringanan  untuk tidak berjama’ah bagi orang sakit.

Beliau menjawab: “Kalau kalian mendengar panggilan “hayya ‘alashshalah”, dan kalian tidak melihatku di antara barisan saf shalat, maka carilah aku di kuburan.

***

1 2 3 26